08
Mei
12

MD3 Megaproholic di Gunung Kidul-Yogyakarta

Di hari jumat yang lalu (04/05/2012) kami para penggemar Megapro atau bisa juga disebut Megaproholic satu persatu regional (Surabaya-Semarang-Jabodetabek-Bandung) berdatangan di kota Gudeg Yogyakarta. Acara yang sebenarnya diadakan di pinggiran daerah istimewa itu berada di pantai Kukup di kawasan Gunung Kidul. Benar-benar pantai yang amazing..jarang-jarang saya berada di tempat seperti ini. Bro Awan selaku panitia memang brilian milih lokasinya, two thumbs deh buat bro Awan.

Dari acara yang baru pertama kali saya hadiri ini banyak banget hal baru sekaligus braderhut yang hangat tanpa terbataskan jarak dan waktu. Meski hanya dalam waktu singkat kami bertemu tapi serasa kami sudah mengenal satu sama lain, zuper sekali…. :mrgreen:

Terima kasih banyak buat om Okky yang sudah ikhlas dan legowo jadi guide dan RC (Road Captain), kami tunggu kehadirannya hadir lagi ke wisma kami regional Dolly. Terimakasih jua untuk regional Jabodetabek yang dengan susah payah jauh-jauh hadir (±1200 km P.P), jangan kapok dan tetap semangat :)
Juga untuk region Bandung yang gokil dengan batiknya ala makelar wisma Dolly. Juga regional Semarang yang asik-asik, tunggu kehadiran kami di kota anda :)

Bay de way..sudah banyak request agar acara seperti ini diadakan kembali dengan judul atau tema acara yang sama Meg’s Day 4 (MD 4) agar segera diadakan. Semoga di acara yang akan datang 100% atau seluruh anggota Megaproholic bisa hadir meramaikan acara yang akan datang. Selamat galau hingga MD 4 diadakan kembali :evil:
Salam brotherhood untuk anda semua :)

This slideshow requires JavaScript.

01
Mei
12

Inikah perilaku pengayom masyarakat di negeri kita?

15
Feb
12

indahnya maaf-memaafkan dijalan

Seperti yang kita tahu bulan ini bukan bulan suci Ramadhan atau bahkan bukan juga Lebaran. Tapi memaafkan atau memaafkan itu sejuk dan indah dihati jika dilakukan dengan tulus ikhlas. Manusia kerap kali membuat kesalahan dengan sengaja maupun tidak disengaja, itu tak lepas dari status kita sebagai makluk sosial. Mengenai “maaf-memaafkan” yang saya bahas disini tentunya masih di sekitaran hiruk-pikuknya jalanan di ibu kota khususnya Surabaya. Kondisi jalanan yang sempit dan padatnya arus lalu lintas disini (Surabaya.red) kerap kali menimbulkan berbagai macam insiden. Insiden itupun bervariasi, mulai dari kecelakaan maut yang membuat korbannya meregang nyawa sampai yang kecil sebatas senggolan atau miskomunikasi antar sesama pengguna jalan.

Sebenarnya sudah sering kali kita alami kejadian seperti ini tapi kadang kita terkesan acuh tanpa memedulikan perasaan orang (pengguna jalan lain) yang telah kita rugikan. Hingga lebih parahnya lagi jika kita sampai terlibat insiden tabrak lari dan kita-lah pelakunya. Tentu saja akan merugikan seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. Maka sejak dini dan masih belum terlambat bagi kita untuk terus memupuk rasa tangung jawab kita terhadap sesama.

Seperti halnya pengalaman saya hari ini, sebuah insiden kecil terjadi saat saya hendak berangkat ke kantor. Entah karena tergesa-gesa atau memang mengendarai motor terlalu lamban dengan sengaja pengendara dibelakang saya tiba-tiba memotong laju saya disertai hentakan mesin motor yang saya pastikan bermesin dengan kapasitas125 cc. Sontak saya kaget dan sedikit dongkol dibuatnya :mrgreen: dengan tanpa rasa hormat saat kami bertemu di trafict light yang kebetulan menunjukkan tanda berhenti (lampu merah) saya langsung mengahmpiri pengendara tersebut. “Nuwun sewu kang, wonten masalah nopo nggeh?” Permisi mas, ada masalah apa ya? dengan nada sedang saya bertanya. “Koen iku gak eruh wong kesusu tah?” Kamu itu nggak tau ada orang tergesa-gesa? Lalu saya kembali bertanya, “Trus..opo hubungane karo aku?” Lalu apa hubungannya dengan saya?. Sebelum dia melanjutkan jawabannya segera saya potong perdebatan tersebut “Yo wes kang sepurane sing akeh yo..” Ya sudah mas,minta maaf yang sebesar-besarnya ya.. sembari saya mengulurkan tangan mengajaknya berjabat tangan :shakehand:

Tapi sebenarnya kepala saya ini sudah mendidih sampai ke ubun-ubun. Dengan kondisi saya yang kurang enak badan saya berhenti dan tidak melanjutkan perjalanan menuju ke kantor (membolos). Saya lebih memilih jalur kembali ke kost-an dan segera mampir ke warkop langganan saya. Sambil ngopi sambil menenangkan diri dengan ditemani sebungkus rokok. Tanpa saya sadari saya telah mendapatkan pelajaran berharga pagi ini, ternyata meminta maaf tidak harus menunggu siapa yang bersalah. Perlu instropeksi dari diri sendiri. Segala perbuatan memang harus dipertanggung-jawabkan tetapi memaafkan mampu menuntun kita untuk lebih ikhlas dan tenang didunia-akhirat. Lek gak percoyo coba’en reeeekkkk…… :mrgreen:

01
Feb
12

Ban racing emang keren, tapi…

Para agan dan aganista pecinta otomotif roda dua, kita sering bingung dan kadang-kadang salah memilih ban yang cocok untuk motor kita. Ada dua tipe biker yang memilih ban menurut gaya dan kebutuhannya masing-masing.

Yang pertama biker dengan gaya dan selera style yang tinggi. Biker semacam ini biasanya mudah terpengaruh gaya musiman alias ikut-ikutan. Malah kadang-kadang kebablasan dan menjelma menjadi alay. :mrgreen:   Dengan menomor duakan fungsi dan keamanan ban yang mereka pilih tanpa berpikir resiko dan akibat apabila memilih ban yang salah atau tidak tepat guna. Dijalanan dan bahkan sering membuat kita geram banyak alay’ers memakai ban yang super slim mirip ban becak. Gaya seperti ini sudah sangan nge-trend dan menjadi ciri khas mereka. Padahal kita tau sering terjadi kecelakaan akibat penggunaan ban seperti ini. Ban seperti gambar disamping biasanya sering dipakai untuk Drag Bike, kita juga pasti udah tau seperti apa Drag Bike itu. Sangat berbahaya tentunya bila ban seperti ini digunakan dijalan umum. Ukuran dan grip tau kembangannya didesain bukan untuk daipakai sehari-hari. Untuk gaya sih oke.. “oke pale lo…” :mrgreen: Jadi pikir kembali jika anda ingin memakai ban seperti ini untuk sehari-hari bahkan long ride atau touring.

Dan tipe biker yang kedua adalah “Sadar tapi kadang salah jalan”. Mengapa saya sebut demikian karena kita juga kadang kurang tepat memilih ban yang sesuai. Dari segi ukuran saja tidak menutup kemungkinan bisa merugikan pengguna ban seperti gambar disamping. “Pilih yang intermediate,biasanya kembangannya banyak dan ada seperti jalur air dibagian tengahnya. Jangan pilih yang kembangan sedikit, ntar gak nggigit ke aspal saat jalanan basah” ujar bro Felix rider Yamaha Scorpio.

Kita juga pastinya sudah tau akibat memilih ban dengan compound atau tekstur yang lembek. Selain usianya yang pendek sudah pasti akan lebih boros. “Masak kita mau ganti ban setahun enam kali???”

Ban Corsa S123

Saya pribadi lebih memilih ban intermediate seperti diatas (Corsa S123) karena kembangannya banyak dan ditengahnya (kembangan zigzag) ada jalur airnya. CMIIW

Ban semacam ini (intermediate) sudah terbukti cukup handal menerjang genangan air dan segala macam wajah jalanan negeri kita ini. Sekali lagi saya tekankan untuk lebih mengutamakan keamanan, karena dengan rasa aman kita juga dapatkan rasa aman. “Gaya itu nomor sekian gan…: :mrgreen:




Experience:

  • 33,624 points

Member of:

Yang punya warung:

Kalender:

Mei 2012
S S R K J S M
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.