25
Agu
11

Kemacetan menutup peluang investor

Kemacetan di bundaran HI

Pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor yang tidak disertai kesiapan sarana transportasi umum yang baik akan menyebabkan berkurangnya minat investor untuk menanamkan modalnya di kota-kota besar di Indonesia. Kurangnya minat investor itu karena di kota-kota besar cenderung semakin macet, sehingga menghabiskan waktu dan tenaga penduduknya sehingga menyebabkan tidak produktif. Sering kali para pebisnis mengeluhkan, seharian waktu yang seharusnya bisa digunakan 3-4 kali meeting hanya bisa dilakukan sekali dalam sehari karena macet berjam-jam.

Mungkin sangat tidak masalah kalau penjualan kendaraan pribadi semakin melambung asal dibarengi ketersediaan transportasi umum.
Di setiap tahun penjualan kendaraan pribadi terus meningkat, pada tahun ini penjualan roda empat mampu melampaui target dari 820.000 unit menjadi 900.000 unit dan 8,5 juta unit untuk sepeda motor. Bandingkan dengan bus yang merupakan moda transportasi massal,  tidak sampai terjual 10.000 unit per tahun.
Dampaknya, orang akan semakin sering menggunakan kendaraan pribadi ketimbang transportasi umum, karena sarananya yang kurang. Hal ini menyebabkan macet.
Sebenarnya banyak berbagai cara untuk mengatasi kemacetan tersebut, mungkin salah satunya pemerintah membuat aturan khusus yang dapat mengurangi minat masyarakat membawa kendaraan pribadi seperti menaikkan tarif parkir.  Apalagi saat ini menjelang Hari Raya Idul Fitri, otomatis animo masyarakat meningkat seperti pada tahun-tahun sebelumnya untuk melakukan belanja massal bahkan mungkin juga bepergian masal. Jalanan yang lebar dan mungkin sangat luas jadi sangat sempit karena sebagian badan jalan dipakai untuk lahan parkir.
Jalan raya yang sebagian berubah fungsinya jadi lahan parkir.
Contohnya di Malaysia, parkir sejam mencapai RM5-10, atau sekitar Rp15.000-Rp30.000 per jam. Ini untuk mengurangi penggunaan mobil. Mereka beralih ke transportasi umum yang memang sudah tersedia baik. Mungkin memang saat ini terjadi sebuah polemik antara masyarakat dan pemerintah pada khususnya, di satu sisi bertambah pesatnya penjualan kendaraan pribadi otomatis menambah pemasukan bagi negara lewat pajak kendaraan. Di sisi lain masyarakat yang mungkin kurang mampu dan hanya mengandalkan sarana umum untuk mereka beraktifitas sehari-hari tidak didukung dengan fasilitas yang mumpuni.
Beberapa waktu lalu pemerintah sempat merencanakan pembangunan kereta monorail di sudut kota-kota besar di Indonesia, namun belum juga terealisasi. Mungkin apa salahnya kita mencontoh sistem di negara tetangga kita Malaysia. Di Malaysia kereta komuter selalu datang dua menit sekali, satu set terdiri dari 2-4 gerbong, dan tidak mengganggu kendaraan di jalan raya karena relnya mayoritas melayang. Bus juga datang setiap 5 menit sekali untuk setiap rute yang sama. Saya yakin bila itu di laksanakan dengan baik mungkin negeri kita ini akan terlihat rapi dan mampu menarik minat para investor untuk berinvestasi.
Pilar Monorail yang mangkrak.

Semestinya pemerintah harus lebih bijak mengatur keluar masuknya anggaran belanja untuk pembangunan sarana transportasi umum. Jayalah Indonesiaku..monggo di share sodara… :mrgreen:

Iklan

16 Responses to “Kemacetan menutup peluang investor”


  1. 8 Pak Bambang Nunggang Byson
    25 Agustus 2011 pukul 02:09

    apik apik apik

  2. 10 warung DOHC
    25 Agustus 2011 pukul 02:12

    apa daya indonesia begini adanya 😦

  3. 12 Ya2kzzz
    25 Agustus 2011 pukul 04:01

    Sumber kencono..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Experience:

  • 162,684 points

Member of:

Yang punya warung:

Kalender:

Agustus 2011
S S R K J S M
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: