28
Agu
11

AHO, PRESTASI ATAU KONTROVERSI

Surabaya – AHO (Automatic Headlight On) merupakan sebuah sistem otomatisasi ditujukan agar para pengendara tidak lagi takut kelupaan menyalakan lampu saat berkendara disiang hari. Karena sebuah peraturan dalam dunia perlalu-lintasan yang mengharuskan lampu dinyalakan pada siang hari demi mmendukung keselamatan dalam berkendara. Sebagian besar produsen besar sepeda motor telah memakai sistem ini pada hasil produksi mereka.

Xeon: kini dengan Automatic Headlight On

Kadang orang berpikir sistem otomatis ini banyak membantu dan memberikan kemudahan (khususnya agar terhindar dari tilang) bagi para pengendara. Banyak request agar motor-motor keluaran terbaru memakai sistem ini. Namun tanpa disadari tidak sedikit orang yang merasa tertipu bahkan tidak sedikit pula yang menjadi korban dari fasilitas (AHO) ini. Seperti yang pernah bro Lingga Asmarantaka tulis di “http://asmarantaka.wordpress.com/2011/08/24/masih-perlu-aho-drl-dll/” terdapat beberapa dampak negatif justru diterima bagi pengendara tersebut.

Dampak yang lain salah satunya adalah pemakaian aki pada sepeda motor jadi bertambah dalam artian sedikit lebih boros dibanding menggunakan saklar biasa. Disini motorjoss ingin sedikit berpendapat tentang sistem ini menurut pengalaman dari bangku sekolah khususnya pada pelajaran Tehnik Elektronika. Tentunya kawan-kawan sudah mengetahui apabila sebuah rangkaian listrik dinyalakan, maka energi untuk mengangkat listrik itu agar menyala dibutuhkan daya extra yang muncul hanya sesaat setelah tombol starter ditekan. Otomatis lampu akan terlihat terang sesaat setelah mesin menyala dan akan kembali pada daya normal sesaat setelah itu. Tentunya efek atau dampak dari sistem tersebut bisa menyebabkan lampu akan cepat rusak dan aki pun akan cepat tekor. Maka dari situlah kita akan kembali merasa bahwa masih membutuhkan saklar lampu pada sepeda motor. Akan lebih hemat bila men-starter sepeda motor bila lampu dalam kondisi padam.

Sebenarnya untuk lebih hemat kondisi “off” tidak untuk pada lampu sepeda motor saja, contohnya pada roda empat. Bila men-stater dalam keadaan AC atau lampu masih menyala atau pada posisi “on” tentu energi akan terbagi dan daya listrik yang memicu mesin kendaraan akan berkurang sehingga mesin akan susah untuk dinyalakan.

Jadi monggo dipertimbangkan lagi bila ingin menggunakan kendaraan bertekhnologi AHO. Mungkin banyak juga dampak-dampak yang lain, monggo dishare sodara-sodara…hehehe :mrgreen:

Iklan

10 Responses to “AHO, PRESTASI ATAU KONTROVERSI”


  1. 5 Ya2kzzz
    28 Agustus 2011 pukul 00:45

    Asal g maho..

  2. 28 Agustus 2011 pukul 16:46

    rangkaian sensor cahaya , xixixix

  3. 7 about_blank
    28 Agustus 2011 pukul 19:46

    maaf bukan meremehkan pengetahuan elektrik agan. Tp insinyur yg bikin tuh sistem pasti dah memikirkan konsekuensi AHO. jd masalah keawetan lampu, aki, daya waktu start dah pasti dipikirkan. AHO kan bertujuan meningkatkan safety biker, jd apalah artinya harga bohlam dibanding nyawa? Salam kenal bro

  4. 8 Dismas
    30 Agustus 2011 pukul 09:29

    kalo pendapatku gini bro, mending motor baru dikasih pilihan mau pake AHO atau enggak… Biarin konsumen yg pilih… Toh, kalo ada kesadaran dari diri sendiri, pasti deh ngga akan lupa nyalain lampu saat riding…

    Bukannya menjelekkan, Kadang AHO itu menghambat proses stater elektrik… kalo ngga AHO kan, lampu bisa dinyalain setelah mesin motor nyala 😀 gitu bro…

    nitip ya bro ➡ http://dizmaz.wordpress.com/2011/08/29/trendz-spion-kosso-kw-ke-sekian-plus-tips-untuk-meminimalkan-getarannya/

  5. 30 Agustus 2011 pukul 14:06

    setuju DRL, kurang setuju AHO, tapi klo emg dikasihnya AHO yah terpaksa nrimo :mrgreen:

  6. 10 ndorobei
    29 Maret 2012 pukul 16:39

    La keterangane,.. fungsi skema kui endi mas,… tak woco kok isine mung dongeng,…!
    Mbok nek ono ki crito sing ono solusine,…!!
    kui rak crito mslah beban lampu motor nyala wektu cuble stater tho yo.. la sulusine ono ora kiro kiro skemane,.. lampu vector nyala pada saat kontak on, tpi,.. off dulu, waktu pencet double stater,.. nek wis ra di pencet yo,. lampu urip meneh.. jadi posisi lampu vektor itu dah,.. DC, langsung akki.. mas..

    piye,.. rak mumed tho re moco,.. heheheee…..

    suwun,…!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: